Ning Lia DPD RI

Kisah di Balik Julukan 'Senator Cantik' Ning Lia, Dari Tagline Hingga Aksi Nyeker

Reporter : Redaksi

Kisah di Balik Julukan 'Senator Cantik' Ning Lia, Dari Tagline Hingga Aksi Nyeker

SURABAYA, KlikJOMBANG – Julukan “Senator Cantik” dan “Humble” kini melekat kuat pada sosok Dr. Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur. Sapaan populer ini rupanya tidak muncul begitu saja, melainkan lahir dari rekam jejak panjangnya sebagai aktivis yang dekat dengan masyarakat.

Baca juga: Tak Terima Uang Sepeser Pun, Ibunda Senator Lia Istifhama Justru Digugat Wanprestasi

Kehadiran sosok yang akrab disapa Ning Lia di panggung politik Jawa Timur membawa warna tersendiri. Dua sebutan tersebut berkembang dari ruang yang berbeda, mencerminkan perpaduan antara gagasan intelektual dan kehangatan personal.

Julukan "Cantik" lebih dahulu dikenal publik sebagai identitas perjuangannya. Kata tersebut kemudian diberi makna mendalam melalui tagline CANTIK, yang merupakan akronim dari Cerdas, Inovatif, dan Kreatif.

Sementara itu, sebutan "Humble" mengalir alami dari kesan masyarakat. Publik menilai keponakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini selalu hadir tanpa jarak dalam setiap interaksi di lapangan.

Kiprah Ning Lia membuktikan bahwa penampilan hanyalah pintu masuk. Ia memanfaatkan ruang publik untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya peran perempuan yang berbasis kapasitas, gagasan, dan karya nyata.

Pengamat politik Mubarok menilai makna tersebut menjadi bagian dari pesan kuat Ning Lia. Ia terus mendorong kaum perempuan agar tidak sekadar dinilai dari paras, melainkan dari kemampuan serta kontribusi konkritnya.

“Jauh sebelum menjadi senator, identitas tersebut sebenarnya sudah muncul dalam perjalanan Ning Lia sebagai aktivis perempuan. Hingga akhirnya kini menjadi tagline dan karakter sosok Ning Lia yang memang cantik dan dekat dengan masyarakat,” ujar Mubarok dikutip Klikjombang.com, Jumat (25/9/2026).

Sejumlah media mencatat bahwa sejak mencalonkan diri sebagai Anggota DPD RI, ia sudah mengusung kesadaran politik perempuan. Karena itu, saat publik menyapanya sebagai "Senator Cantik", makna yang tertangkap jauh lebih luas.

“Cantik bisa dimaknai sebagai Cerdas, Inovatif, dan Kreatif. Jadi bukan soal rupa, tapi cara berpikir dan bersikap dalam melayani masyarakat,” tegas Ning Lia dalam sebuah kesempatan.

Baca juga: Soal Indikator Desil, Anggota DPD Lia Istifhama: Rumah dan Barang Tak Cukup Ukur Ekonomi Warga

Pujian cantik pun sering terdengar spontan dari warga saat ia turun ke lapangan. “Ning Lia cantik banget!” teriak salah satu warga saat ia menghadiri kegiatan bakti sosial di kawasan Kutisari, Surabaya.

Seorang warga bernama Sri Lestari turut mengamini makna tagline tersebut. Menurutnya, kepribadian sang senator memang sejalan dengan penampilannya yang selalu hangat. “Cantik dan baik orangnya, selalu ramah dan senyum di mana pun,” kata Sri.

Berbeda dengan tagline politik yang dirancang, sebutan "Humble" murni lahir dari pengalaman warga yang berinteraksi langsung. Salah satu momen berkesan terlihat saat Lia berbaur dengan warga di Wonocolo, Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut, Ning Lia tak canggung berjalan tanpa alas kaki alias nyeker di pemukiman. Tokoh masyarakat Wonocolo, H. Muhaimin, memuji kesederhanaan sang senator yang tak pernah membangun benteng pemisah dengan warga.

Kedekatan itu kembali terlihat saat Ning Lia menyapa mahasiswa baru di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Masykuriyah, Wonocolo. Pertemuan dikemas santai layaknya obrolan hangat antara seorang kakak dan adik-adiknya, jauh dari kesan formal pejabat publik.

Baca juga: Mengenal Sisi Humanis Senator Lia Istifhama: Dari Meja Kaki Lima hingga Panggung Parlemen

Keaktifan Ning Lia merangkul organisasi keagamaan dan perempuan juga terus terjaga. Saat bersilaturahmi dengan PC Fatayat NU Kota Surabaya, ia membuka ruang dialog interaktif yang berfokus pada penguatan ekonomi dan pemberdayaan perempuan.

Catatan media lokal seperti Radar Gresik mempertegas konsistensi gaya komunikasinya. Ning Lia terbukti tetap mempertahankan kebiasaan blusukan ke pemukiman warga meski telah resmi memangku jabatan sebagai Anggota DPD RI.

Dalam setiap kunjungan kerjanya di pelbagai pelosok Jawa Timur, ia fokus menyerap aspirasi vital. Isu pendidikan, kualitas layanan kesehatan, hingga perlindungan perempuan dan anak menjadi poin utama yang siap ia perjuangkan di Senayan.

Pola komunikasi yang membumi itulah yang membuat sapaan "Humble" semakin mengakar kuat. Masyarakat Jawa Timur bahkan sering menyebut karakter komunikasinya dengan istilah khas: “Wani Mudhun Ngisor”—keberanian dan kesediaan untuk turun langsung menyapa masyarakat bawah.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru