Ansor Jatim

Ansor Jatim Boyong 3 Kades Kader ke Tiongkok, Pelajari Teknologi Pertanian dan Ketahanan Pangan

Reporter : Redaksi

Ansor Jatim Boyong 3 Kades Kader ke Tiongkok, Pelajari Teknologi Pertanian dan Ketahanan Pangan

SURABAYA, KlikJOMBANG — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur resmi melepas lima orang delegasi untuk mengikuti program studi banding ke Tiongkok.

Baca juga: Klaim PAN “Partai Anak Nahdliyin” Disentil Ansor Jatim: Jangan Jadikan NU Komoditas Politik

Kunjungan internasional ini berfokus pada pendalaman teknologi pertanian modern serta penguatan sektor ketahanan pangan berbasis desa.

Acara pelepasan delegasi berlangsung di Kantor PW GP Ansor Jawa Timur, Surabaya, pada Selasa (22/9/2026).

Prosesi pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril.

Tiga dari lima delegasi merupakan kepala desa kader Ansor peraih penghargaan Ansor Jatim Agro Innovation Award.

Mereka adalah Moh. Hamid Almauludi (Kades Wates, Blitar), Erwan Santoso (Kades Krisik, Ponorogo), dan Fadal (Kades Lebak, Gresik).

Selama kunjungan, ketiga kades tersebut mendampingi Ketua Bidang Pertanian dan Perkebunan PW GP Ansor Jatim, H. Deni Prasetya, bersama Ketua PW GP Ansor Jatim, H. Musaffa Safril.

Sebagai informasi, Ansor Jatim Agro Innovation Award merupakan ajang kompetisi untuk mengapresiasi dan memacu kreativitas kepala desa dari kalangan kader Ansor.

Baca juga: Muktamar ke-35 NU, PW GP Ansor Jatim Gelar Turnamen Esports di Jombang

Kompetisi tersebut berfokus pada inovasi pengembangan sektor pertanian, ketahanan pangan, serta penguatan potensi ekonomi masyarakat lokal.

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian inovasi tersebut, para pemenang diberikan kesempatan memperluas wawasan langsung di Negeri Tirai Bambu.

Selama kurang lebih satu pekan di Tiongkok, para peserta akan mempelajari penerapan teknologi pertanian unggulan dan tata kelola pangan nasional.

Selain itu, mereka juga bakal mendalami strategi pemberdayaan masyarakat hingga pengembangan ekosistem ekonomi berbasis pedesaan.

Program inovatif ini terwujud berkat kolaborasi strategis antara PW GP Ansor Jawa Timur dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (Konjen RRT) di Surabaya.

Baca juga: Peringati HUT ke-81 RI, PW GP Ansor Jatim Gelar Penilaian Field Agro Innovation Award 2026 di Ponorogo

Ketua PW GP Ansor Jatim, H. Musaffa Safril, menegaskan bahwa keberangkatan para kades tidak berhenti sebagai seremonial penghargaan semata.

"Kami ingin kepala desa dari kalangan Ansor tidak hanya menjadi administrator pemerintahan, tetapi juga menjadi inovator yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat, terutama dalam bidang pangan dan ekonomi," ujar Musaffa.

Musaffa berpesan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh di Tiongkok diserap dan disesuaikan dengan kebutuhan khas masyarakat pedesaan Jawa Timur.

"Ukuran keberhasilan bukan seberapa jauh kita bepergian, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa kita bawa pulang untuk masyarakat," pungkasnya.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru